Anik Cha

Renungan Hidup, Cerpen, dan berbagai cerita masa lalu




Pada suatu masa hiduplah seorang putri yang bernama Putri Syalala. Putri Syalala merantau ke kota untuk menuntut ilmu. Dalam perantauannya, Putri Syalala bertemu Pangeran Dandan yang juga sama-sama sedang menuntut ilmu. Seiring dengan berjalannya waktu tumbuhlah benih-benih cinta diantara mereka.


 
              Kawan, ini adalah cerita tentang sobatku. Aku mengenalnya sekita 5 tahun yang lalu. Semula aku senang berteman dengannya karena dia punya banyak buku dan novel. Jadi hobbyku baca novel bisa tersalurkan tanpa aku membeli novel (maunya yang gratisan aja hi...hi)

           Uang.... uang .... uang....! Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan uang, baik dengan cara yang halal maupun yang tidak halal. Dengan cara terhormat atau dengan cara biadab. Benarkah kita memang benar- benar membutuhkan uang? Dahulu sebelum mengenal uang, orang melakukan barter untuk memenuhi kebutuhannya. Karena kurang efektif, kemudian orang memakai benda-benda berharga seperti emas, perak, kulit binatang dll sebagai alat tukar. Benda-benda yang digunakan sebagai alat tukar tersebut kemudian disebut uang barang. Ternyata uang barang juga kurang efektif karena sulit dibawa ke mana- mana. Kemudian dibuatlah uang kertas dan uang logam. Dari sejarah uang di atas fungsi uang sebenarnya adalah sebagai alat tukar dan alat pembayaran.

SUBHANALLAH....,
BINATANGPUN RELA BERKORBAN DEMI ANAKNYA
    Saya mempunyai kucing  bernama Si Meong yang berjenis kelamin perempuan. Si Meong hamil dan melahirkan 2 ekor anak. Anak Si Meong saya beri nama Puca dan Puci. Setelah 3 minggu hanya minum ASI ( Air Susu Induk), akhirnya Puca dan Puci mau makan nasi yang dicampur ikan.

          Beberapa waktu lalu saya mengikuti Workshop Pembelajaran IPA. Pak Na'im, widyaiswara dari LPMP berkali-kali menyuruh kami segera bertobat setelah pulang dari workshop. Apa sebenarnya yang peserta workshop lakukan sehingga disuruh bertobat? Apakah kami melakukan kesalahan yang fatal? Jawabnya "IYA". Lalu kesalahan seperti apa yang kami lakukan?


          Siapa sih yang tidak ingin jadi Bidadari Surga? Novel Bidadari-Bidadari Surga tulisan Tere Liye menggambarkan keikhlasan hati yang begitu hebat. Menerima segala tadir keterbatasannya, tetap tulus berjuang demi kebahagiaan orang lain.

             Anda pasti pernah melihat sinetron PPT yang ditayangkan SCTV setiap bulan Ramadhan. Sinetron karya Dedi Mizwar ini sarat dengan pesan moral. Ada hal yang ingin saya kupas di sini, bukan tentang Aya, Azam dan Kalila atau Pak RW dan kroni-kroninya tetapi tentang Pak Jalal.